kurofluid

welcome to the wonderland, be nice and kind, and I won't bite

I Know – The Epilog

Author : @fafaaaw a.k.a fafacintamakan

Title : I Know – The Epilog

Casts : Baek Soojin, Choi Minho

Support Casts : SMEnt. Artist

Genre : Romance, Fluff, Psycho.

Pipi Nyonya Jung banjir air mata. Masih belum percaya semalam putrinya meninggalkan dunia ini. Dalam damai, Ia menutup dongengnya, dipelukan seorang yang Ia pertaruhkan kebahagiaannya, Choi Minho. Tapi, beliau rela melepas Soojin ke pangkuan Sang Khalik, putrinya telah tenang di sana. Dokter Baek sudah memprediksi hari ini, Ia tegar, putrinya sendiri yang memutuskan untuk mengakhiri ceritanya.

#flashback four night ago

Hening menyelimuti ruangan itu. Setelah Soojeong membenarkan selimut yang menyelimuti kakaknya, Ia kembali ke tempat duduknya, di sebelah ibunya.

“Aku ingin tidur. Bukan tidur biasa, tidur dimana aku tidak merasakan sakit,” semua orang di ruangan itu tertegun. “Ini semua menyakitkan, selang-selang ini. Kalian tidak berpikir selamanya aku akan digerayangi selang-selang ini bukan?”

Nyonya Jung marah, “Baek Soojin, apapun yang terjadi, kau harus tetap kuat sayang, pasti ada donor di luar sana. Kita belum mencari dengan maksimal sayang.”

Soojin menggeleng, “Eomma, Appa, Sooyeon eonnie, uri Soojeong juga. Aku mulai merasa Aku sudah cukup lama tinggal di dunia ini. Jika malaikat pencabut nyawa ingin mengambil nyawaku sekarang juga, aku tidak akan menolak. Aku sudah bahagia.”

Tertegun dengan ucapan gila Soojin, Dokter Baek angkat bicara, “Baek Soojin, kau yeoja yang kuat, kau tidak akan meninggalkan sesuatu di tengah jalan, bukan?”

“Urusanku sudah selesai, Appa. Aku merasa cukup, aku sudah bahagia. Lebih bahagia lagi kalau kalian melepasku dengan senyum yang lebar.”

“Tolong Appa, suntikan, obat-obatan, dan selang-selang ini sama sekali bukan aku. Aku tidak suka. Ini menyakitkan. Aku ingin lepas, mengakhiri ceritaku. Bukan karena aku putus asa, tapi aku tidak mau serakah, karena aku sudah bahagia.”

Esoknya, selang-selang itu dilepas dari tubuh Soojin. Ia ingin menampilkan hal terakhir yang Ia punya, memainkan gitar tercintanya. Satu persembahan terakhir untuk orang-orang terdekatnya, untuk festival seni musim panas. Dengan cepat, band garasinya bersedia membantu, dibantu oleh Yoon seonsaengnim dan drummer kece, Choi Siwon. Semuanya direkam dan akan ditayangkan, pesan terakhir si ketua Klub Jazz K.Arts.

Pagi itu Minho terbangun. Mendapati Soojin masih ada dalam pelukannya. Tapi, tubuh Soojin terasa dingin di pelukannya. Minho melepaskan pelukannya, lalu tubuh Soojin tergeletak berbaring begitu saja. Minho mengecek semuanya, lalu sadar, Soojin sudah tidak bernyawa.

–End of Flashback–

Minho memandang peti Soojin yang masih dibuka. Ia melihat Soojin yang terbaring tanpa nyawa. Bibirnya mengukir sebuah senyum meski ia tak lagi hidup. Wajahnya tidak pucat seperti kebanyakan mayat, tapi terlihat tenang dan menyenangkan. Soojin mengenakan gaun putih yang terbuat dari sutra, membuatnya terlihat cantik di mata Minho.

Semuanya tidak akan sama. Sejak kecil ia telah mengenal Soojin. Betapa baik Soojin mengajarkannya cara bermain saxophone dan memetik gitar. Minho masih ingat pertama kali Soojin mengenalkannya pada saxophone. Juga tes masuk K.Arts, semua ingatan itu berkelebat dalam otaknya. Baek Soojin telah membuatnya menemukan kebahagiaannya.

“Hyung,” Taemin menepuk bahu Minho, menyadarkan lamunannya.

“Ne?”

“Apa yang akan kau lakukan setelah ini?”

Minho tersenyum. Apa kiranya yang akan dilakukannya? Hidupnya tidak akan sama tanpa Soojin, gadis itu sudah memberikan sejuta perubahan pada Minho. Kemudian ia terpikir akan sesuatu, ide yang Soojin pun pasti akan menyetujuinya.

“Aku akan hidup bahagia, untukku, untuk Soojin.” Minho menjawab mantap, menyunggingkan senyum menatap Soojin. Di matanya, seolah Soojin tersenyum balik mengiyakan.

“Satu lagi,” Taemin mengeluarkan sesuatu dari jasnya, scrapbook yang sama. “Kau harusnya membawa ini, Hyung.” Setelah memastikan Minho membawanya, Taemin berlalu pergi.

Minho membuka sembarang buku itu. Tersenyum melihat tulisan Soojin.

–10 Years After–

Gadis itu berjalan riang sambil menenteng back pack-nya. Wajahnya berseri-seri melihat mobil sedan silver itu parkir rapi di depan tempat kursusnya. Pintu penumpangnya terbuka, si pengemudi menyuruhnya masuk dengan segera.

“Nah, Soojin, bagaimana latihanmu? Apa kata Park seonsaengnim?”

Gadis itu tersenyum senang, “ia bilang permainanku makin bagus. Katanya aku akan tampil solo di festival akhir musim panas nanti. Appa mau membantuku?”

Si pengemudi tersenyum dan mengangguk. “Appa akan pergi ke Amerika dua bulan ini, pergi keliling dari New York sampai Los Angeles, kau mau ikut?”

Mata yeoja cilik itu berbinar menyenangkan. Ia menyunggingkan senyum yang sangat manis dan imut, membuat siapapun ingin mencubit pipinya. “Jincca Appa? Aku boleh ikut? Ah, mau, mau, mau!”

“Kau harus mainkan gitarnya untuk Appa? Kita mainkan Hello Tomorrow bersama, eotthe? Gitaris dan saxophonist keren seperti Choi Soojin hanya tampil di acara sekolah, kau harus ikut tampil dengan Appa.”

Soojin tertawa girang. “Appa baik sekali!”

“Tapi, kau harus bacakan sesuatu untuk Appa. Bukunya ada di laci dashboard itu, halamannya sudah Appa batasi.”

Soojin menurut dan menemukan buku itu. Sampulnya dari kain perca yang dipotong-potong dan di sambung. Stempel dan perangko ditempelkan sekenanya di buku itu. Sooji mulai membuka.

“Igeo, mwoya?” Soojin bertanya penarasan.

“Bacakan saja, sayang.”

“Keurom…”

Hari ini, bukuku ditutup. Entah siapa yang akan menceritakannya, aku tidak tahu, tapi kisahku sudah selesai. Aku pergi dalam damai, dalam kebahagiaan yang membuncah. Tapi kau jangan tega membuatku bersedih, kau tahu di mana kebahagiaanku ‘kan?

Apa yang kurasakan bernama cinta. Matjyo-yo? Molla, kurasa kurang lebih begitu. Kenapa aku mau melakukan itu semua? Kurasa karena aku mencintaimu.

Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful.

Hanya itu, kata-kata itu pintar sekali sampai menghipnotisku.

Minho, kau harus hidup bahagia, maka aku juga akan bahagia. Aku akan selalu ada di dekatmu. Menyatu denganmu bahkan, di bagian perut atas, hahaha….

Live well,

And more, say my Hello Tomorrow

“Appa?”

Soojin bisa melihat sedikit air mata menggenang di pelupuk mata ayahnya. “Kau tahu siapa yang menulis itu? Namanya Baek Soojin, ia yeoja paling baik yang pernah Appa temui. Makanya Appa menamaimu Soojin, agar kau jadi baik sepertinya. Nah, apa kau tidak penasaran siapa ia?”

Soojin kecil mengangguk mantap.

Setelah kematian Soojin, Minho bertekad untuk hidup bahagia. Ia memulai karirnya sebagai seorang saxophonist dan sekarang ia tenar dimana-mana. Choi Minho, Choi Minho. Belum ada yeoja yang bisa mengisi tempat Soojin di hatinya, bukan karena ia tidak bisa move on, tapi lebih kepada ia menghormati Soojin yang telah mencintainya selama sekian tahun.

Lalu ia bertemu Soojin kecil. Dulu masih seorang balita yang imut-imut. Pancaran matanya mirip dengan Soojin dan yang membuatnya tercengang adalah, saat Minho iseng menanyakan cita-cita anak itu, ia dengan mantap menjawab, “aku ingin hidup bahagia.” Beberapa hari kemudian, Minho resmi mengangkat Soojin kecil menjadi putrinya.

“Nah, kita sudah sampai. Ambil buket bunga di belakang, Soojin-ah.” Soojin menurut dan mengambil buket bunga itu. Chrysanthemum dan wild rose berwarna putih.

–fin–

Ini adalah post yang aku bikin karena aku samasekali gak tega kalok I Know berakhir sad ending kayak gitu. Meski dari awal emang ide-idenya sad ending, tapi yang bikinan sookbin eonnie terlalu menohok. Dan aku sukses bikin beta readerku nangis dan dese nuntut buat ini dijadiin happy ending. Karena ini joint project, aku gabisa gitu aja ngubah jalan ceritanya. jadi gini deeh… sad ending tapi ada happy nya(?)

Advertisements

About faciikan

five feet two inches girl who longs a universe semarang-tanjung puting-svalbard

2 comments on “I Know – The Epilog

  1. alyaamir
    May 2, 2012

    heeei, tetep aja bikin menye nih, min! tapi keren, bisa jadi motivasi buat hidup santai=)

  2. alyaamir
    May 2, 2012

    Reblogged this on alyaamir and commented:
    keren. buat yang nggak menghargai hidup, lebih baik baca 2 shots ini!

what's with it?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 2, 2012 by in ff-sequel, therandomgirl and tagged , , , , .

it’s all under copyright dude~

Protected by Copyscape Unique Content Check

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: