kurofluid

welcome to the wonderland, be nice and kind, and I won't bite

Songfic: Back to December

Title               : Back to December (songfic)

Main Casts  : Choi Minho (aku), You

Genre             : Songfic, Romance, Sad

Rating           : General

Author          : @fafacintamakaan (follow on twitter yaa?!?! *kedip-kedip

Disclaimer   : lyrics is protected by copyright, I just picked it… Choi Minho belongs to himself and the plot is absolutely mine and take out with no permission in a crime

Song              : Taylor Swift’s Back to December

I’m so glad, you made time to see me

How’s life, tell me how’s your family

I haven’t seen them in a while

You’ve been good, busier than ever

We small talk, work in the weather

Your guard is up and I know why

 

Semua menjadi canggung di antara kita berdua. Sama-sama mengamati salju yang turun perlahan di luar sana. Lama kita tidak bersua, sekali bersua begini canggungnya. Semua salahku sebenarnya, sampai kau menjadi pendiam di depanku saat ini. Aku cukup senang bisa bertemu kau lagi, walaupun keadaannya begini.

 

Because the last time you saw me

Still burns in the back of your mind

You gave me roses, and I left them there to die

 

Pasti kau masih mengingatnya. Ah, tidak aku terlalu percaya diri untuk mengatakan itu. Kau tidak mungkin mengingatnya, kau sudah ada dalam duniamu yang sempurna sekarang. Dengan jabatan mapanmu, kekasih barumu, kehidupan baru yang jauh lebih baik jika tanpa aku. Kalau kau tidak ingat maka aku akan menceritakannya lagi kepadamu. Malam bersalju, dingin menggigil. Makan di sebuah youth jazz club pinggir kota. Kau menyatakan suka padaku.

 

Hal satu ini mungkin kau ingat. Aku jelas menolaknya. Karena aku dalam masa di mana aku harus konsentrasi penuh saat itu. Aku menolakmu. Untuk karirku, untuk kebebasanku.

 

These days, I haven’t been sleepin?

Stayin’ up playin’ back my self leavin’?

When your birthday passed and I didn’t call

Then I think about summer all the beautiful times,

I wathed you laughin’ from the passanger side

And realized I loved you in the fall

And then the cold came, with the dark days

When the fear crept into my mind

You gave me all your love

And all I gave you was goodbye

 

Insomnia beberapa bulan ini. Hidup dalam nostalgia yang kukenang sampai dadaku sakit. Mengingat betapa dekatnya kita dulu. Seakan kita adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan. Awalnya kukira biasa saja. Sampai akhirnya jantungku berdegup nyaring ketika berada di sisimu. Saat daun mulai kemerahan.

 

Penyesalan memang datang terakhir. Perasaanku menjadi dingin seiring dengan musim dingin yang membekukan. Aku mulai jauh, tapi kau tetap dekat. Kau tetap hangat, sedangkan aku sebongkah es. Kau yang hangat dengan perasaanmu kepadaku, cintamu yang tulus dengan senyummu yang manis. Kebalikan sekali denganku.

 

So this is me swallowing my pride

Standing in front of you saying I’m sorry for that night

And I go back to December all the time

 

Kutelan lagi ludahku untukmu. Penolakanku yang mencabik hatimu. Jujur aku ingin menangis, tapi tidak afdol jika seorang namja menangis. Aku tidak mau dibersi simpati. Aku hanya ingin memberi tahumu bahwa aku menyesal. Dan aku minta maaf, karena aku telah menghancurkan perasaanmu. Dan aku selalu mengingat hari itu. 9 Desember, kau memberiku sebuah jurnal. Halaman pertamanya kau tulisi dengan “Hidup yang Baru”.

 

It turns out freedom ain’t nothin’ but missin’ you

Wishing I’d realize what I had when you were mine

And I go back to December turn around and make it alright

 

Akhirnya semua tidak berjalan lancar. Aku tidak bisa berdiri sendiri. Aku tidak bisa. Dan selama kau tidak ada, kebebasan itu menguap begitu saja. Diganti dengan rasa rindu akan kata-katamu. Berartinya kau bagiku! Sungguh aku menyesal. Betapa aku ingin mengulang waktu kembali, menghargai kau yang kupunya saat itu.

 

I miss your tan skin, your sweet smile

So good to me, so right

And how you held on your arms that September night

The first time you ever saw me cry

 

Aku rindu semua darimu. Hatimu yang hangat, dan kata-katamu yang bijak. Bagaimana kau menenangkanku yang menangis tersendat saat semua terasa berat di pundakku. Semua tentangmu adalah benar, aku saja yang tidak bisa melihatnya.

 

Maybe this is wishful thinking

Probably mindless dreaming

But if we loved again, I swear I’d love you right

So, if the chain is on your door, I understand

 

Aku tidak berharap kau kembali. Itu terlalu tinggi. Dengan apa yang kau miliki sekarang, mungkin aku hanya akan jadi salah satu kertas tidak penting di mejamu. Tapi aku berani bersumpah demi namaku, jika itu terjadi, aku akan mencintaimu, dengan sepenuh hatiku. Tapi itu tidak akan terjadi bukan? Karena hatimu telah tertambat pada pelabuhan yang lain.

 

Huaaa…. #nangis Author lagi suka ama Back to December jadi songfic deh akhirnyaa… mbingungin itu sudah biasa di blog ini. Enjoy aja, kalok gamudeng tanya aja, author ‘kan baik hati dan tidak sombong 😛

 

Advertisements

what's with it?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 29, 2012 by in ff-oneshot, therandomgirl and tagged , , , , .

it’s all under copyright dude~

Protected by Copyscape Unique Content Check

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: